Jumat, 16 Mei 2014

PAPER ATMOSFER

PAPER
ATMOSFER
Diajukan untuk memenuhi tugas  mata kuliah
Agroklimatologi Semester II


Oleh:
Amirul Bahar                          (1137060009)
Delis Khoeriyah                      (1137060020)
Jajang Ahmad Faozan             (1137060040)






JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2014


 

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami  penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Atmosfer”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok matakuliah Agroklimatologi. Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik dalam teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Pada kesempatan ini tidak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suryaman selaku dosen matakuliah Agroklimatologi.
Dengan semata-mata mengharap ridho Allah SWT dan memanjatkan puji dan syukur atas kebesaran-Nya, Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.








Bandung, 25 Maret 2014

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya yang memiliki selubung yang berlapis-lapis. Selubung bumi tersebut berupa lapisan udara yang sering disebut dengan atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca dan iklim.           Atmosfer melindungi makhluk hidup dari sinar matahari yang berlebihan dan meteor-meteor yang ada. Atmosfer terdiri dari lapisan yang berbeda yang tersusun secara berlapis satu diatas yang lainnya. Persis sebagai mana dipaparkan dalam al-qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 yang menyatakan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan. Adanya atmosfer bumi memperkecil perbedaan temperatur siang dan malam. Gejalayang terjadi di atmosfer sangat banyak dan beragam. Pada lapisan bawah angin berhembus, angin terbentuk, hujan dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca. Atmosfer sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Oleh karena itu, mengetahui dan memahami hekekat atmosfer sangatlah penting bagi kita agar kita dapat hidup dengan baik di bumi ini. Oleh karena itu mengingat pentingnya pengetahuan mengenai atmosfer maka Kami menyusun makalah sesuai tugas yang di berikan yaitu dengan judul ATMOSFER.




1.2 Rumusan Masalah

1.1.1   Apa yang dimaksud dengan atmosfer?
1.1.2   Apa saja lapisan-lapisan yang terdapat pada atmosfer?
1.2.3 Bagaimana komposisi Atmosfer?
1.2.4 Apa manfaat atmosfer bagi kehidupan di Bumi ?
1.2.5 Apa yang dimaskud dengan karbon di atmosfer?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita mengetahui :
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian atmosfer.
1.3.2 Untuk mengetahui lapisan-lapisan yang ada di atmosfer.
1.3.3 Untuk mengetahui Komposisi atmosfer.
1.3.4 Untuk mengetahui manfaat atmosfer bagi kehidupan di Bumi.
1.3.5 Untuk mengetahui karbon di atmosfer.













Daftar Isi
Kata Pengantar .......................................................................................................... i
Bab I
1.1 Pendahuluan......................................................................................................... ii
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ iii
1.3 Tujuan.................................................................................................................. iii
Bab II
2.1 Pengertian Atmosfer............................................................................................ 1
2.2 Lapisan-lapisan Atmosfer.................................................................................... 2
      2.2.1 Troposfer..................................................................................................... 3
      2.2.2 Tropopause.................................................................................................. 4
      2.2.3 Stratosfer..................................................................................................... 4
      2.2.4 Stratopause.................................................................................................. 5
      2.2.5 Mesosfer...................................................................................................... 6
      2.2.6 Mesopause................................................................................................... 6
      2.2.7 Termosfer ................................................................................................... 7
      2.2.8 Eksosfer ..................................................................................................... 7
2.3 Komposisi Atmosfer............................................................................................ 8
      2.3.1 Gas.............................................................................................................. 8
      2.3.2 Uap Air....................................................................................................... 9
      2.3.3 Aerosol........................................................................................................ 10
2.4 Sifat Atmosfer..................................................................................................... 12
2.5 Manfaat Atmosfer................................................................................................ 12
2.6 Siklus Karbon....................................................................................................... 13
2.7 Siklus Nitrogen.................................................................................................... 16
Bab III
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 18

Daftar Pustaka........................................................................................................... 19


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Atmosfer

Atmosfer berasal dari dua kata Yunani yaitu atmos berarti uap dan sphira berarti bulatan, berarti atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bulatan bumi. Atmosfer merupakan campuran berbagai gas yang tidak berwarna, tidak terlihat,tidak berbau. Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaanpadat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratus-ratuskilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang berkerapatan rendah dalam sistem tata surya. Atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer bumi mempunyai ketebalan sekitar 1000 km yang dibagi menjadi lapisan-lapisan berdasarkan profil temperatur, komposisi atmosfer, sifat radioelektrik dan lain-lain. Karena sebaran panas tidak sama di dalam atmosfer, maka terjadi gejala-gejala cuaca yaitu dari angin lemah sampai sangat kencang di dalam badai atau siklon, dari cuaca cerah, cuaca berawan sampai hujan deras. Keberadaan atmosfer mencegah kerusakan bumi yang bisa disebabkan oleh meteor.
Atmosfer mengandung campuran gas-gas yang lebih terkenal dengan nama udara dan menutupi seluruh permukaan bumi. Campuran gas-gas ini menyatakan komposisi dari atmosfer bumi. Bagian bawah dari atmosfer bumi dibatasi oleh daratan, samudera, sungai, danau, es, dan permukaan salju. Gas pembentuk atmosfer disebut udara. Udara adalah campuran berbagai unsur dan senyawa kimia sehingga udara menjadi beragam. Keberagaman terjadi biasanya karena kandungan uap air dan susunan masing-masing bagian dari sisa udara (disebut udara kering)..

2.2 Lapisan-Lapisan Atmosfer

Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan, antara lain:

Gambar 1.1 Lapisan atmosfer
 
Gambar 1.2. Lapisan atmosfer dengan ketinggian masing-masing

2.2.1 Troposfer

                        Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 -18 km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer rata-rata ±10 km. Di daerahkhatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata80°C. Daerah sedang ketinggian lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperaturrata-rata 54°C, sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperaturrata-rata 46°C. Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali terhadapkehidupan mahkluk hidup di muka bumi. Lapisan ini selain terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira 80% dari seluruh massagas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini.
                         Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu (temperatur) udara menurun sesuai denganperubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu(temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause yang menjadi batas antara troposferdan stratosfer. Suhu (temperatur) udara di lapisan ini relatif konstan atau tetap,walaupan ada pertambahan ketinggian, yaitu berkisar antara -55°C sampai -60°C.Ketebalan lapisan tropopause ± 2 km.Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca,perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kitarasakan sehari-hari terjadi.Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer,karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkanpanasnya ke udara Pada troposfer ini terdapat gas-gas rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.Troposfer terdiri atas:
·         Lapisan planetair : 0-1 km
·         Lapisan konveksi : 1-8 km
·         Lapisan tropopause : 8-12 km.


2.2.2 Tropopause

Tropopause adalah lapisan udara yang terdapat di antara troposfer dan stratosfer. Udara pada troposfer bagian atas sangat dingin dengan demikian lebih berat dibandingkan dengan udara yang berada di atas tropopause, sehingga udara pada troposfer tidak dapat menembus tropopause. Ketinggian tropopause lebih besar di ekuator daripada di daerah kutub. Tropopause terletak pada ketinggian 18 kilometer dengan suhu -80 ºC di ekuator, sedangkan di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6 kilometer dengan suhu -40 ºC

2.2.3  Stratosfer

Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada ketinggianantara 18 - 49 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai dengan adanya prosesinversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggiandari permukaan bumi. Kenaikan suhu udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti,yaitu pada puncak lapisan stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udarasekitar 0°C.Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer.
Lapisan initerletak pada ketinggian sekitar 50 - 60 km dari permukaan bumi. Stratosfer terdiriatas tiga lapisan yaitu, lapisan isotermis, lapisan panas dan lapisan campuran teratas.Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai ketinggian 20 kmtetap. Lapisan ini disebut dengan lapisan isotermis. Lapisan isotermis merupakanlapisan paling bawah dari stratosfer. Setelah lapisan isotermis, berikutnya terjadipeningkatan suhu (temperatur) hingga ketinggian ± 45 km. Kenaikan temperatur padalapisan ini disebabkan oleh adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violetyang dipancarkan sinar matahari. lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jetterbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan cuaca.Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggiansekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dansangat dingin yaitu - 70°F atau sekitar - 57°C. Pada lapisan ini angin yang sangatkencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang cukupsignifikan.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadisemakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasiozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu padalapisan ini bisa mencapai sekitar 18°C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisanstratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari.Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkatyang aman untuk kesehatan. Ozon berwarna biru pucat yang terbentuk dari tiga atomoksigen (O3). Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan dapat ditemukan di lapisanstratosfer yaitu lapisan awan yang terletak antara 15 hingga 35 km dari permukaan bumi.Lapisan ozon sangat penting karena ozon menyerap radiasi ultra violet (UV) darimatahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke permukaan bumi. Radiasidalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripadacahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometeryang dikenali UV-B dan ia merusak hampir semua kehidupan.

 2.2.4 Stratopause

Stratopause adalah bagian atmosfer yang berada di antara dua lapisan, yakni stratosfer dan mesosfer. Stratopause adalah bagian dari atmosfer ketika suhu di stratosfer mencapai titik tertingginya. Stratopause tidak hanya berada di bumi, namun juga di planet lain yang memiliki atmosfer. Stratopause terletak 50-55 kilometer di atas permukaan bumi dengan tekanan atmosfer sekitar 1/1000 tekanan di permukaan laut.

2.2.5  Mesosfer

Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurangdengan pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat. Mesosfer terletak padaketinggian antara 49 - 82 km dari permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya. Udarayang terdapat di sini akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yangdatang dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yangsampai ke bumi biasanya terbakar di lapisan ini. Lapisan mesosfer ini ditandai denganpenurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Penurunansuhu (temperatur) udara ini disebabkan karena mesosfer memiliki kesetimbanganradioaktif yang negatif. Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C. Bahkan dipuncak mesosfer yang disebut mesopause, yaitu lapisan batas antara mesosfer denganlapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai sekitar -100°C.

2.2.6 Mesopause

Mesopause adalah lapisan batas antara mesosfer dan thermosfer yang memiliki temperatur minimum. Mesopause adalah tempat terdingin di bumi dengan suhu serendah -100 ºC karena kurangnya pemanasan dan pendinginan radiasi matahari yang sangat kuat dari karbondioksida. Mesopause memiliki ketinggian sekitar 85-100 kilometer dari permukaan bumi .

2.2.7  Termosfer

Termosfer adalah lapisan udara keempat, peralihan dari mesosfer ke termosferdimulai pada ketinggian sekitar 82 km. Termosfer terletak pada ketinggian antara 82 -800 km dari permukaan bumi. Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer.Lapisan ini merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapatmemberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombangpanjang maupun pendek. Disebut dengan termosfer karena terjadi kenaikan temperaturyang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 19820°C. Perubahan ini terjadi karenaserapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehinggamembentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yangdapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini bergunauntuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.

2.2.8  Eksosfer

Eksosfer adalah lapisan udara kelima, eksosfer terletak pada ketinggian antara 800 -1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakanatom-atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas danmolekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km daripermukaan bumi. Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dangeostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadikehancuran meteor dari angkasa luar.





2.3 Komposisi Atmosfer

2.3.1  Gas

Gas
Simbol
Volume (%)
Nitrogen
N2
78,08
Oksigen
O2
20,95
Argon
Ar
0,93
Karbon Dioksida
CO2
0,035
Neon
Ne
0,0018
Metana
CH4
0,00017
Helium
He
0,0005
Hidrogen
H2
0,00005
Xenon
Xe
0,000009
Ozon
O3
0,000004

Tabel  diatas menunjukkan bahwa unsur nitrogen dan oksigen mencapai lebih dari 99%. Kedua unsur ini mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan. Unsur gas yang paling kecil adalah ozon. Meskipun jumlah ozon sangat sedikit (0,000004%), namun unsur ini mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari sehingga radiasi yang sampai ke permukaan bumi menjadi kecil Gas-gas yang terdapat di atmosfer terutama tersusun atas nitrogen (78,08%) dan oksigen (20,95%). Sebagian besar oksigen di atmosfer dihasilkan oleh tumbuhan. Deforestrasi atau penebangan hutan akan menyebabkan kadar oksigen di atmosfer berkurang. Gas lain terdapat di atmosfer dalam jumlah sedikit, di antaranya adalah uap air (0,2-4%), karbon dioksida (0,035%), ozon (0,000004%) dan argon (0,93%). Selain itu, di atmosfer terdapat pula partikel debu yang terbawa oleh udara dan gas-gas polutan yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor dan industri seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

 2.3.2 Uap Air

Uap air berasal dari kandungan air pada hidrosfer yang menguap. Kadar uap air di atmosfer dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu suhu dan lokasi. Semakin tinggi suhu  udara, maka kandungan air dalam udara semakin besar. Hal itu dikarenakan semakin banyak air yang menguap. Di daerah khatulistiwa (daerah panas), kadar uap air rata-rata adalah 3%, artinya dari 1 liter udara terdapat 3% x 1 liter = 0,03 liter uap air. Sebaliknya, di daerah kutub (daerah dingin), kadar uap air di udara dapat mencapai 0%. Suhu yang dingin menyebabkan air hampir tidak menguap (hampir semua air membeku) (Mikrajuddin, 2007).
Kadar uap air di atas permukaan laut, sungai, atau danau lebih tinggi daripada di atas daratan karena di daerah tersebut lebih banyak terjadi penguapan. Kadar uap air di daerah yang memiliki banyak laut, sungai, atau danau lebih tinggi daripada daerah gurun pasir.

2.3.3 Aerosol

Aerosol berupa partikel cair atau padat yang tersuspensi di dalam gas. Ukuran partikel aerosol antara 0,001-100 µm. Partikel-partikel yang berdiameter kurang dari 2,5 µm pada umumnya dianggap halus dan partikel yang berdiameter lebih besar dari 2,5 µm dianggap kasar. Aerosol yang terdiri dari partikel debu, abu, garam, dan asap juga terdapat di udara. Jenis aerosol yang dominan di udara yang mengakibatkan pencemaran tercantum pada Tabel 2 (Mu’in, 2004).
Pada umumnya, kota-kota besar mempunyai konsentrasi aerosol yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan di lautan. Sumber aerosol ada dua macam, yaitu primer dan sekunder. Aerosol primer, yaitu aerosol yang dikeluarkan langsung dari berbagai sumber (contoh : debu yang terbawa oleh udara sebagai akibat adanya angin atau partikel-partikel asap yang dikeluarkan dari cerobong asap). Aerosol sekunder mengikuti pada partikel-partikel yang dihasilkan di dalam atmosfer yang mengalami reaksi-reaksi kimia dari komponen-komponen gas.
Aerosol dengan ukuran jari-jari 0,2 µm sampai dengan 10 µm dalam proses iklim berperan sebagai inti kondensasi (inti pengembunan) dalam pembentukan butir air di dalam awan. Tanpa adanya inti kondensasi di atmosfer, butir air hujan akan sulit terbentuk didalam awan.





Tabel Jenis Aerosol yang Dominan di Udara  
Jenis Aerosol
Presentase (%)
Debu
20
Abu
10
Garam
40
Asap
5
Spora, Virus
25
Total
100

2.4  Sifat-Sifat Atmosfer

Lapisan atmosfer sebagai lapisan pelindung bumi memiliki beberapa sifat, yaitu tidak memiliki warna, tidak berbau, dan tidak memiliki wujud, serta hanya bisa dirasakan oleh indera perasa manusia dalam bentuk angin. Atmosfer memiliki berat sehingga dapat menyebabkan tekanan. Atmosfer memiliki sifat elastis dan dinamis, sehingga dapat mengembang dan mengerut hingga dapat bergerak dan berpindah.


2.5 Manfaat Atmosfer

     Atmosfer berperan sangat penting bagi kehidupan. Atmosfer melindungi Bumi dari benda-benda Angkasa dan Radiasi Sinar Ultraviolet.
berikut ini manfaat atmosfer antara lain :
·  Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari. Peran Atmosfer dalam mengurangi radiasi matahari sangat penting. Apabila tidak ada Lapisan Atmosfer dan  bila 100% radiasi matahari diterima oleh permukaan bumi, maka suhu permukaan bumi akan sangat tinggi dan dikhawatirkan tidak ada organisme yang mampu bertaham hidup, termasuk manusia.
·  Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi. Dalam mendistribusikan air antar wilayah di permukaan bumi, peran atmosfer ini terlihat dalam siklus hidrologi. Tanpa adanya atmosfer yang mampu menampung uap air, maka seluruh air di permukaan bumi hanya akan mengumpul pada tempat yang paling rendah. Sungai-sungai akan kering, seluruh air tanah akan merembes ke laut, sehingga air hanya akan mengumpul di samudera dan laut saja.  Pendistribusian air oleh atmosfer  ini memberikan peluang bagi semua mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang di seluruh permukaan bumi.
·  Menyediakan okisgen dan karbon dioksida. Selain itu, atmosfer dapat menyediakan oksigen bagi mahluk hidup. Kebutuhan tumbuhan akan CO2 juga dapat diperoleh dari atmosfer.
·         Sebagai penahan Meteor yang akan jatuh ke bumi.
·         Menciptakan cuaca, berupa hujan dan salju sehingga terjadilah musim panas dan musim dingin.Sarana berlangsungnya proses pembakaran, tanpa udara kita tidak dapat menyalakan api, bernafas, dan sebagainya.




2.6 Siklus Karbon

Karbon adalah bahan dasar penyusun semua senyawa organik. Pergerakannya melalui suatu ekosistem berbarengan dengan pergerakan energi, melebihi zat kimia lain; karbohidrat dihasilkan selama fotosintesis, dan CO2 dibebaskan bersama energi selama respirasi. Dalam siklus karbon, proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler menyediakan suatu hubungan antara lingkungan atmosfer dan lingkungan terestrial. Tumbuhan mendapatkan karbon, dalam bentuk CO2dari atmosfer melalui stomata daunnya dan menggabungkannya ke dalam bahan organik biomassanya sendiri melalui proses fotosintesis. Sejumlah bahan organik tersebut kemudian menjadi sumber karbon bagi konsumen. Respirasi oleh semua organisme mengembalikan CO2 ke atmosfer (Campbell, 2004).
Meskipun CO2 terdapat di atmosfer dengan konsentrasi yang relatif rendah (sekitar 0,03%), karbon bersiklus ulang dengan laju yang relatif cepat, karena tumbuhan mempunyai kebutuhan yang tinggi akan gas ini. Setiap tahun, tumbuhan mengeluarkan sekitar sepertujuh dari keseluruhan CO2 yang terdapat di atmosfer, diseimbangkan melalui proses respirasi. Sejumlah karbon bisa dipindahkan dari siklus tersebut dalam waktu yang lebih lama. Perombakan metabolik oleh detritivora akhirnya mendaur ulang karbon ke atmosfer sebagai CO2 (Campbell, 2004).
Jumlah CO2 dalam atmosfer sedikit bervariasi tergantung musim. Konsentrasi CO2 paling rendah terjadi selama musim panas di belahan bumi utara dan paling tinggi selama musim dingin. Naik turunnya konsentrasi CO2 secara musiman ini terjadi karena terdapat lebih banyak daratan di belahan bumi utara dibandingkan dengan di belahan bumi selatan, sehingga juga terdapat lebih banyak vegetasi. Vegetasi tersebut mempunyai aktivitas fotosintesis maksimum selama musim panas,sehingga mengurangi jumlah CO2 global di atmosfer. Selama musim dingin, tumbuhan melepaskan lebih banyak CO2 melalui respirasi untuk fotosintesis, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan global gas CO2 tersebut (Campbell, 2004).Diagram dari siklus karbon, angka dengan warna hitam menyatakan berapa banyak karbon tersimpan dalam berbagai reservoir, dalam milyar ton ("GtC" berarti Giga Ton Karbon). Angka dengan warna biru menyatakan berapa banyak karbon berpindah antar reservoir setiap tahun. Sedimen, sebagaimana yang diberikan dalam diagram, tidak termasuk ~70 juta GtC batuan karbonat dan kerogen.
Bagian terbesar dari karbon yang berada di atmosfer Bumi adalah gas karbon dioksida (CO2). Meskipun jumlah gas ini merupakan bagian yang sangat kecil dari seluruh gas yang ada di atmosfer (hanya sekitar 0,04% dalam basis molar, meskipun sedang mengalami kenaikan), namun ia memiliki peran yang penting dalam menyokong kehidupan. Gas-gas lain yang mengandung karbon di atmosfer adalah metan dan kloroflorokarbon atau CFC (CFC ini merupakan gas artifisial atau buatan). Gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca yang konsentrasinya di atmosfer telah bertambah dalam dekade terakhir ini, dan berperan dalam pemanasan global.

Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara:
1.      Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan lebih banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja tumbuh atau hutan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.
2.      Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO2 akan lebih mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi termohalin yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke kedalaman laut atau interior laut (lihat bagiansolubility pump).
3.      Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon, beberapa organisme juga membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan menyebabkan aliran karbon ke bawah (lihat bagian biological pump).
4.      Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya, proses ini tidak memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer. Pelapukan batuan karbonat tidak memiliki efek netto terhadap CO2 atmosferik karena ion bikarbonat yang terbentuk terbawa ke laut dimana selanjutnya dipakai untuk membuat karbonat laut dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).

Karbon dapat kembali ke atmosfer dengan berbagai cara pula, yaitu:
1.      Melalui pernapasan (respirasi) oleh tumbuhan dan binatang. Hal ini merupakan reaksi eksotermik dan termasuk juga di dalamnya penguraian glukosa (atau molekul organik lainnya) menjadi karbon dioksida dan air.
2.      Melalui pembusukan binatang dan tumbuhan Fungi atau jamur dan bakteri mengurai senyawa karbon pada binatang dan tumbuhan yang mati dan mengubah karbon menjadi karbon dioksida jika tersedia oksigen, atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.
3.      Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung menghasilkan karbon dioksida (juga yang lainnya seperti asap). Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, produk dari industri perminyakan (petroleum), dan gas alam akan melepaskan karbon yang sudah tersimpan selama jutaan tahun di dalam geosfer. Hal inilah yang merupakan penyebab utama naiknya jumlah karbon dioksida di atmosfer.
4.      Produksi semen.Salahsatukomponennya,yaitu kapur atau gamping atau kalsium oksida, dihasilkan dengan cara memanaskan batu kapur atau batu gamping yang akan menghasilkan juga karbon dioksida dalam jumlah yang banyak.
5.      Di permukaan laut dimana air menjadi lebih hangat, karbon dioksida terlarut dilepas kembali ke atmosfer.
6.      Erupsi vulkanik atau ledakan gunung berapi akan melepaskan gas ke atmosfer. Gas-gas tersebut termasuk uap air, karbon dioksida, dan belerang. Jumlah karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer secara kasar hampir sama dengan jumlah karbon dioksida yang hilang dari atmosfer akibat pelapukan silikat; Kedua proses kimia ini yang saling berkebalikan ini akan memberikan hasil penjumlahan yang sama dengan nol dan tidak berpengaruh terhadap jumlah karbon dioksida di atmosfer dalam skala waktu yang kurang dari 100.000 tahun.

2.7 Siklus Nitrogen

Nitrogen adalah salah satu unsur kimia utama lain dalam ekosistem. Nitrogen ditemukan pada semua asam amino, yang merupakan penyusun protein organisme-organisme. Nitrogen tersedia bagi tumbuhan hanya dalam bentuk dua mineral: NH4+ (amonium) dan NO3- (nitrat). Meskipun atmosfer bumi hampir 80% terdiri atas nitrogen, unsur ini sebagian besar terdaat dalam bentuk gas nitrogen (N2), yang tidak tersedia bagi tumbuhan (Campbell, 2004).
Nitrogen memasuki ekosistem melalui dua jalur alamiah, yang keutamaan relatifnya sangat bervariasi dari satu ekosistem ke ekosistem yang lain. Yang pertama, deposit pada atmosfer, merupakan sekitar 5% sampai 10% dari nitrogen yang dapat digunakan, yang memasuki sebagian besar ekosistem. Dalam proses ini, NH4+ dan NO3-, kedua bentuk nitrogen yang tersedia bagi tumbuhan,ditambahkan ketanah melalui kelarutannya dalam air hujan atau melalui pengendapan debu-debu halus atau butiran-butiran lainnya (Campbell, 2004). 
Jalur lain untuk masuknya nitrogen ke ekosistem adalah melalui fiksasi nitrogen. Hanya prokariota tertentu yang dapat memfiksasi nitrogen yaitu mengubah N2 menjadi mineral yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa organik bernitrogen seperti asam amino. Nitrogen difiksasi dalam ekosistem terestrial oleh bakteri tanah yang hidup bebas dan juga bakteri simbiotik. Beberapa sianobakteri memfiksasi nitrogen, tentunya untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya sendiri, tetapi kelebihan amonia yang dibebaskan oleh organisme tersebut menjadi tersedia bagi organisme lain. Selain dari sumber alami nitrogen yang dapat digunakan ini, fiksasi nitrogen secara industri dapat digunakan untuk pembuatan pupuk (Campbell, 2004).


BAB III

 PENUTUP

Kesimpulan

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi sebuah planet, termasuk bumi. Atmosfer terdiri atas tiga komponen utama, yakni gas, uap air, dan aerosol. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan yang dinamai menurut fenomena yang terjadi pada lapisan tersebut, antara lain troposfer, tropopause, stratosfer, stratopause, mesosfer, mesopause, dan thermosfer atau ionosfer. Peranan atmosfer antara lain sebagai pengendali suhu di bumi, stabilisator unsur-unsur cuaca, penahan radiasi ultraviolet dari matahari, penyedia O2, CO2, dan N2 bagi kehidupan serta sebagai penunjang komunikasi radio.


DAFTAR PUSTAKA

Bayong Tjasyono. 2007. Metereologi Indonesia 1 Karakteristik dan Sirkulasi Atmosfer.Erlangga:Jakarta
Lakitan, B. 1994. Dasar-Dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar